Minggu, 03 September 2017

Kokaro


Assalamualaikum,
Pagi guys....

Goresan Tinta kali ini di awali dengan kata Kokaro apa itu Kokaro,penasaran kan, yuu kita 
bahas bersama Goresan Tinta.  

Kokaro adalah Komunitas Kampung Robot. Wah ada kampung Robot,, pasti itu kampung semua mua nya di gerakkan oleh mesin robot,,,
oupz salah guys !

Kampung Robot adalah sebuah lembaga pengembangan robotika berbasis komunitas, yang sebelumnya bernama Cerdikia kemudian bergabung dan diperdayakan oleh Pulpenmas (Pusat Pelayanan Pendidikan Masyarakat) pada tahun 2010 oleh Arief A. Yudanarko, karena terkesan dengan pengalamannya mengikuti perlombaan robot Robocon 1995 di Osaka Japan ketika masih belajar di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – PENS bersama rekan satu tim dan dukungan dari Dr. Eng Indra Adji Sulistijono. 

Kampung Robot mengembangkan proyek-proyek robotika dengan sederhana, mudah, dan terjangkau, dengan maksud agar pengalaman membangun robot dapat dimiliki sebanyak-banyaknya oleh anak Indonesia. 

Oh iya guys, untuk menjadi anggota Kokaro tidak dibatasi tetapi dikelompok kan dalam tiga kelompok yaitu kelompok pendukung pelajar dan pengajar. 

Pendukung adalah mereka yang mendukung kegiatan-kegiatan dalam bentuk atau cara yang mereka bisa. 
Pelajar adalah mereka yang belajar bersama di komunitas ini.
Pengajar adalah mereka yang turut mengajar atau menjadi fasilitator pembelajaran.

Pelatihan Robotics yang di mulai dari pukul 08.00 - 15.00 itu membuahkan rancangan bangun robot analog sederhana yakni TARMEN robot Si pengantar permen dan RINA robot Si Penari Sederhana.

Robot ini bernama Tarmen robot si pengantar permen. Tarmen dibuat dari mobil-mobilan yang diberi kaki dipasang pada roda di sisi kanan dan kiri, dan cara kerja robot Tarmen adalah berjalan maju dan mundur,  Tarmen akan maju apabila pada nampan yang dipegang nya diberi suatu benda misalnya permen dan kemudian berjalan mundur apabila permen diambil.
Yang ini RINA guys, Rina merupakan singkatan dari penari sederhana. Dalam bahasa Jawa, 'rina' (dengan 'a' dibaca 'o' seperti pada kata 'belok') berarti siang atau hari sudah terang. Robot RINA dapat menari jika berada di tempat terang atau diterangi. Nah kami fasilitator sekolah alam Jingga tertarik dengan robot si penari sederhana, Yess siapa lagi kalau bukan RINA, insya Allah ke depannya kami akan belajar untuk membuat rangkaian bangun analog robot sederhana RINA bersama sama dengan teman teman sekolah alam Jingga. Done...
Usai sudah Goresan Tintaku, tentang pelatihan Robotics. Matur nuwun sanget buat Bpk. Arief. A. Yudarnako yang telah menyempatkan diri dari Sidoarjo untuk datang dalam event pelatihan robotics fasilitator pada tanggal 26 Agustus 2017, dan buat Sekolah Alam Jingga, Love love so much,,, makasih banyak telah memberikan kesempatan buat kami para fasilitator untuk mengikuti pelatihan Robotics.

Guys,, kalau kalian penasaran sama kampung robot, kalian bisa melihat nya di sini http://kampungrobot.web.id/r1/profil/

Narasumber : Arief A. Yudarnako


Senin, 31 Juli 2017

The Man Who Stopped the Desert





Assalamu'alaikum,
Selamat pagi sahabat,,,

Goresan Tinta pagi ini menceritakan tentang kisah inspriratif tentang kehidupan seorang yang bermotivasi dan yang mempunyai semangat tinggi untuk mencapai ke inginan nya.

Yacouba Sawadogo seorang ilmuan yang berhasil memecahkan krisis  teknik penghijauan dan konservasi tanah petani yang sederhana sangat efektif sehingga membantu mengubah arus dalam perang melawan penggurunan lahan keras di Burkina Faso utara pada tahun 1980.

Teman teman  Yacouba menertawakan tehnik menghidupkan kembali praktik pertanian Afrika kuno yang disebut 'zai', tapi semangat Yaccouba membuat teman teman nya duduk diam untuk mendengarkan tehnik Zai, yang menyebabkan pertumbuhan hutan dan peningkatan kualitas tanah.

Zai adalah teknik pertanian yang sangat sederhana dan murah. Dengan menggunakan sekop atau kapak, lubang kecil digali ke tanah yang keras dan diisi dengan kompos. Benih pohon, millet atau sorgum ditanam di kompos. Lubang menangkap air selama musim hujan, sehingga mereka mampu mempertahankan kelembaban dan nutrisi selama musim kemarau.

Petani dan kepala tanah lainnya menertawakannya, tapi segera menyadari bahwa dia seorang jenius. Hanya dalam 20 tahun, dia mengubah area yang benar-benar tandus menjadi hutan seluas 30 hektar dengan lebih dari 60 jenis pohon.

Menurut Chris Reji, spesialis pengelolaan sumber daya alam dengan Pusat Kerjasama Internasional, "Puluhan ribu hektar lahan yang sama sekali tidak produktif telah dibuat produktif lagi berkat teknik Yacouba."

Yacouba telah memilih untuk tidak merahasiakan dirinya sendiri. Sebagai gantinya, dia menjadi tuan rumah sebuah lokakarya di ladangnya, mengajar pengunjung dan mengajak orang-orang bersama-sama dalam semangat pertemanan.

Pada tahun 2010, pemenang penghargaan Mark Dodd membuat sebuah film dokumenter berdasarkan pengalaman Yacouba, yang disebut 'The Man Who Stopped the Desert'. Yang menceritakan bagaimana upaya seorang pria menyelamatkan ribuan petani di wilayah Sahel di Afrika.

Film ini telah membantu meningkatkan kesadaran tentang karya Yacouba dan juga menghasilkan lebih banyak sumbangan. Dengan dukungan Oxfam America, dia sekarang mempromosikan penggunaan bungkusan batu yang melambat, sehingga air dari lubang tumpah ke tanah. Ini terbukti menjadi teknik yang sangat sukses.

Apa yang telah dilakukan Yacouba dilakukan oleh banyak petani lain di Sahel. Tantangan besarnya adalah bahwa dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, mereka harus mencoba untuk memotivasi jutaan petani untuk berinvestasi di pohon karena akan membantu untuk meningkatkan keamanan pangan mereka, dan pada saat bersamaan juga akan membantu mereka beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Yacouba menghadapi masalah sebuah proyek perluasan baru-baru ini telah mengambil sebagian besar hutan yang dihabiskannya selama bertahun-tahun. Rumah sudah dibangun di atas tanahnya, dengan sedikit kompensasi.

Meski mengalami kemunduran ini, Yacouba belum kehilangan harapan. Dia saat ini berusaha mengumpulkan $ 20.000 untuk membeli hutannya kembali. Dia tahu bahwa pekerjaannya penting - dia telah melipatgandakan usaha budidayanya, memperluas ke lahan tandus di dekatnya.

Pemahaman Yacouba tentang masa depan lingkungan, "Jika Anda mengurangi sepuluh pohon per hari dan gagal menanam bahkan satu tahun lagi, kami menuju kehancuran,"


Narasumber :Youtube

Kesimpulan :
~ Jangan mudah menyerah pada keadaan tetap semangat dalam kondisi apa pun,
~ Tetap semangat dalam kondisi apa pun
~ Berusaha dan bersabar

Inti Goresan Tinta pagi ini akan saya gunakan untuk memotivasi murid saya di Sekolah Alam Jingga, bekasi, kelas 3, Sunan Bonang untuk belajar bersabar dalam hal apapun untuk lebih semangat lagi dalam belajar,tidak mudah menyerah dalam mengerjakan worksheet atau hal apapun,rajin belajar demi cita cita mereka.